Pusat Informasi- terkait Tips, Teknologi, Tutorial, Kesehatan, Fashion, Kuliner, Mahasiswa dan info penting lainnya.

Strategi Pengkaderan PMII Sektor Rayon

Strategi Pengkaderan PMII Sektor Rayon- sebuah cara mengkader dengan lebih taktis dan terarah.

1. mencetak kader aktivis dan agamis
2. refleksi budaya mahasiswa


 Mencetak Kader Aktivis dan Agamis
Pendahuluan  

kader organisatoris dari hari demi hari tak luput dari Dinamika, karna jelas sudah dalam trilogi keorganisasian termaktub tentangnya, yaitu; dialektika, dinamika dan romantika. Namun dinamika kadang tidak disikapi dengan serius ketika sang kader dalam lembah kegelapan, entah akibat faktor kondisi lingkungan atau oleh individu itu sendiri.

Kesalahan besar kader banyak dilakukan oleh oknum, mengapa demikian? Sebab dalam wadah organisasi selalu melakukan kontrol dan evaluasi terkait perkembangan kadernya. Maka sangat disayangkan ketika terdapat sebuah kesalahan dalam tubuh organisasi, dituduhkan kepada wadah organisasinya.

Semua organisasi mahasiswa bertujuan untuk kebaikan dan perkembangan mahasiswa, sejatinya mereka menginginkan nilai lebih dengan kesertaannya dalam berorganisasi dari pada hanya seorang mahasiswa akademis.

Organisasi tidak layak menjadi tersangka atas noda yang telah ada, sebab ia hanya benda mati. Organisasi itu hidup atas ruh dari anggota yang ikut serta dan berperan didalamnya, dan dari sini kita dapat melihat bahwa kesalahan terletak pada oknum dan bukan pada organisasinya.

Dengan mewabahnya fenomena degradasi kader, maka organisasi perlu melakukan evaluasi kembali dan perbaikan serta menindak lanjutinya dengan serius. Sebab kesalahan Oknum seringkali berdampak pada nama baik organisasi itu sendiri.

Dengan demikian dipandang perlu adanya beberapa solusi untuk pengentasannya, dengan sedikit tawaran strategi perbaikan dan selebihnya agar didiskusikan dalam internal organisasi.
Siapakah yang Disebut Kader?

Secara bahasa kader berasal dari bahasa yunani cadre yang berarti bingkai. Secara istilah kader berarti orang yang mampu menjalankan amanat,  memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian, pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaaan dan kelangsungan suatu organisasi.

Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi.  Kader PMII tidak pernah diberi pemahaman tentang tindakan Radikal tak beraturan, pemberontakan yang tak sesuai nilai-nilai keislaman, kesesatan berpikir dan prilaku yang menyimpang dari islam.

Berdasarkan penjelasan ini, menunjukkan bahwa sangat jarang sekali seorang kader melakukan kesalahan yang fatal, kalaupun terdapat kesalahan mungkin itu kesalahan kecil dan dapat dimaklumi sebagai manusiawi. Jika memang terdapat kesalahan yang fatal dari seorang kader maka itu adalah akibat individunya, sebab organisasi tidak pernah menyuruhnya berbuat salah.

Dengan demikian menjadi seorang kader tidaklah mudah dan jika kalian menginginkan status kader PMII yang sesungguhnya maka lakukanlah kriteria Kader tersebut.
Kader Aktivis dalam Organisasi Kepemudaan/OKP

Aktivis apakah tidak akademis? Belum tentu. sebab ketika ia menjadi aktivis tidak pernah dituntut untuk meninggalkan akademis, dan aktivis sejati tidak wajib meninggalkan akademisnya. Namun alangkah lebih baik jika Aktivis juga memperdulikan sisi akademisnya sebagai nilai konferhenship Mahasiswa.

Disaat aktivis tidak tekun pada akademisnya, maka itu pilihan pribadi mereka untuk “all out” dalam berorganisasi. Karna ketika mahasiswa tidak dapat menjadi konferhenshif, pilihan yang tepat adalah memilih fokus diantara salah satunya.

Lalu bagaimana untuk menjadi Kader yang berjiwa aktivis? Yakni dengan malaksanakan beberapa hal diantaranya:


  1. Memenuhi syarat-syarat sebagai kader.
  2. Bertanggung jawab untuk memperjuangkan segala kebenaran.
  3. Tidak pernah diam ketika ada penindasan dan kontroling terhadap pemerintahan.
  4. Peka sosial dan menyalurkan aspirasinya kepada Wakil Rakyat serta berjuang dalam segala bidang demi kesejahteraan rakyat.
  5. Tidak pernah lupa untuk membaca buku dan menyukainya.
  6. Suka berdiskusi dan sering melakukannya dalam setiap kesempatan ataupun ketika terdapat peluang bertukar pikiran.
  7. Menulis ide dan gagasan besarnya agar bermanfaat bagi kader lainnya.

Jika kita mampu  memenuhi tugas diatas, insyaallah akan menjadi aktivis yang konferhenshif dan multi talenta.

Kalau memang benar-benar ingin menjadi aktivis sejati, tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan tugas-tugas tersebut. Dikala tidak bisa melakukan secara keseluruhan, setidaknya mampu melakukan beberapa diantaranya.

Tangguhkan Kembali Kader Agamis 

Sebenarnya pengkaderan agamis tidak boleh dilewatkan sedikitpun, sebab kita adalah organisasi yang berlabel islam dan semua anggotanya juga muslim. Terkadang ada yang mengatakan “kalau ingin membahas atau mempelajari agama sebaiknya di Pesantren!” memang benar, namun alangkah lebih baiknya jika hal yang agamis tidak dilupakan.

Hal agamis yang harus tetap dipertahankan adalah nilai-nilainya, kalau kewajiban sebagai muslim dan ibadah mahdoh ialah tanggung jawab individu. Untuk menangguhkan kembali kader agamis bisa dilakukan dengan beberapa contoh berikut:


  1. Selalu mengawali dengan do’a ketika memulai kegiatan, baik itu diskusi, acara formal dan lain-lainya.
  2. Berprilaku sesuai aturan islam.
  3. Menjaga NDP PMII.
  4. Menjaga budaya islam nusantara, bisa dengan melaksanakannya dengan kegiatan rutinan atau agenda formal.
  5. Beberapa hal lainnya yang mungkin bisa ditambahkan, dengan catatan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Itulah beberapa contoh ataupun salah satu langkah untuk menangguhkan kembali kader agamis, namun ingin dibahas lebih dalam terkait prilaku sesuai aturan islam.

Prilaku sesuai aturan ataupun ketentuan islam, dapat dikaji melalui kitab-kitab akhlaq seperti Akhlaq lilbanin/lilbanat, wasoya, ta’limul mutaallim dan lainnya. Mungkin sedikit yang dapat saya sampaikan terkait ini dengan korelasi dunia organisasi, seperti menjaga sikap antar sahabat/teman, menjaga tatakrama kepada orang tua dan guru agar prilaku kita sesuai dengan tatakrama yang berlaku.

Prilaku baik tidak hanya karna kewajiban namun juga akan membawa kita pada keselamatan dan ketentraman sekitarnya, semoga seluruh kader PMII, baik anggota sampai dengan alumninya dapat menjadi kader yang berahlaqul karimah, amin.

Penutup

Perlu ditanggulangi ketika terdapat tuduhan PMII melakukan kesalahan, sebagai otokritik yang tidak boleh langsung dilawan.

Akan tetapi labih baik mendahulukan evaluasi terhadap otokritik yang bertujuan tersebut dan melakukan perbaikan, baru setelahnya melawan dengan memberikan penjelasan dan buka perlawan otot.

Kader adalah yang menjadi garda terdepan untuk keberlangsungan PMII, untuk itu jagalah dia dan jangan ada yang sampai  merasa tersisihkan.

Kader aktivis adalah pejuang atas tugas yang di embannya, dan lakukanlah dengan keikhlasan demi kesejahteraan Rakyat.

Kader agamis perlu direkontruksi, agar ketajaman label islam dalam organisasi benar-benar tercover. Dan semoga dinamika yang berlaku, baik dulu, kini dan yang akan datang, akan membawa manfaat besar bagi perkembangan Kader.

Oleh: Yusron Alhaddad
15 Maret 2017

REFLEKSI BUDAYA MAHASISWA

Berawal dari budaya mahasiswa dalam minat membaca dan menulis, maka dirasa perlu untuk merefleksi budaya tersebut, dalam pengertian mengusahakan kembali existensi budaya mahasiswa yang selayaknya dipertahankan sejak lama.


Mengapa dalam bahasan ini saya memberi awalan kata “Refleksi”? karna mahasiswa yang memegang budaya ini hanya sebagian kecil (minoritas ke bawah), akan tetapi kelompok ini tidak dapat menjadi budaya karna mereka hanyalah satu sampai sepuluh mahasiswa dibandingkan dengan sekian ratus mahasiswa.

Maka dengan demikian dipandang perlu adanya Refleksi Budaya Mahasiswa. Namun, jikalau kelompok minoritas itu sudah tidak lagi berkecipung di kampus, maka dititik inilah dibutuhkanya rekontruksi budaya bagi kaum intelektual.

Amat Penting sekali kembalinya budaya ini, karna daya saing kita dengan para mahasiswa dari kampus-kampus lain akan mampu kita lawan dengan dengan senjata intelektual yang tajam melalui budaya mahasiswa dalam minat membaca dan menulis, jika tidak? Maka kita tidak akan mampu mengikuti persaingan dalam kancah ragional ataupun nasional.

Aktivitas membaca akan memberikan banyak manfaat bagi kita, seperti wawasan kita yang luas, memperkaya pengetahuan, mepertajam kemapuan retorika serta mampu berdialektika dengan ke’adaan yang sedang atau akan dihadapi dan berkomunikasi dengan apa dan siapa saja, salah satunya seperti disaat kita ingin mengetahui sejarah hidup bung karno, maka bacalah sejarahnya dll.

Ada juga membaca yang bersifat istilah, semisal pembacaan sosial, politik, antropologi dll, pembacaan seperti ini sangat penting untuk dikembangan, guna untuk memiliki kepribadian yang kepribadian yang mampu untuk survive dalam berbagai hal.

Sedangkan manfaat dari kegiatan menulis dapat membuat kita menjadi kreatif, memiliki media dalam menyalurkan segala ide, gagasan ataupun segala sesuatu yang terniang dalam pikiran kita dan akan menjadi jalan dokumentasi terbaik dari hasil pemikiranya yang nantinya akan dinilai oleh halayak umum dan inilah jalan cantik yang indah jika kita implementasikan.

Mengutip dari tutur Pramodya Ananta Toer bahwa “menulis adalah bekerja untuk keabadian”, seperti halnya sejarah yang tidak akan dikenang dan tak akan diingat oleh generasinya jika sejarah tersebut tidak dituliskan dalam bentuk karya.
       
Budaya ini akan mampu terwujud jika mendapatkan sentuhan dari semua pihak dan seluruh mahasiswa untuk bersama membantu terealisasinya Refleksi Budaya Mahasiswa. Sebab jika kita bersama kita bisa dan kita bisa karna bersama-sama, maka dari itu pencegahan terjadinya ketimpangan atau perpecahan harus kita hindari demi Al-Qolam satu untuk seluruh ummat.
                 
Semoga tulisan ini dapat memberikan kesadaran  untuk mewujudkan kembali Budaya Mahasiswa melalui seorang mahasiswa yang sederhana ini, Amin.


Oleh; M. Yusron alhaddad
8 MARET 2016

tag; Strategi Pengkaderan PMII Sektor Rayon, cara pendekatan pada kader, taktis pengkaderan, cara pengkasderan, sistem pengkaderan terbaru.

0 Komentar untuk "Strategi Pengkaderan PMII Sektor Rayon"

Back To Top