Pusat Informasi- terkait Tips, Teknologi, Tutorial, Kesehatan, Fashion, Kuliner, Mahasiswa dan info penting lainnya.

Politik Kampus dan Sistem PEMILU Raya Kampus


1. politik kampus dan sistem pemilu raya
2. peranan mahasiswa organisatoris


Politik kampus: Restorasi kursi BEM 

Pendahuluan

Setiap kali mendekati momentum PEMIRA (Pemilu Raya) kampus, pastinya identik dengan politisasi. Selalu ada dua tawaran ketika dekat dengan kandidat pimpinan kampus: antara politisasi atau kerjasama politik. Politisasi adalah cara bahaya yang berdampak pada objeknya, sebab ia akan menjadi korban propaganda demi kepentingan pribadi.

Akan tetapi ketika berwujud kerjasama politik, maka harus mendapatkan kuota kursi dalam lembaga yang diraihnya (Baik BEM/DPM/HMJ).

Di momen ini menjadi momen penting dalam satu tahun sekali, untuk memiliki pemimpin dari dan untuk mahasiswa. Utamanya peranan presiden Mahasiswa bagi perkembangan kampus ataupun mahasiswanya.

 Jika ia sukses menjadi peserta terbaik dan vokal di acara luar kampus, nama kampus akan tercium harum dan terkenal olehnya.

Ketika ia mampu memanajerial mahasiswa didalam kampus, sesuai visi dan misinya. Perubahan yang besar akan dialami oleh mahasiswa.

Seperti contoh visi “mencitakan budaya literasi di lingkungan kampus dan melahirkan singa-singa forum.” Saat hal ini mampu terwujud, mahasiswa akan merasakan hasil dari proses kepemimpinan Presiden Mahasiswa yang telah menjabat.

Latar Belakang Restorasi Kepemimpinan

Pergantian pemimpin dalam organisasi intra kampus, dilakukan selepas berakhirnya periodeisasi. Periode yang digunakan, rata-rata satu tahun. Dengan demikian, pergantian dilaksanakan satu tahun satu kali.

Bukan karna tidak puas dengan pemimpin sebelumnya, namun restorasi seperti ini bertujuan untuk pembelajaran bagi regenerasinya. Dengan adanya restorasi pertahun, akan membuka pintu pembelajaran kepemimpinan bagi generasi mahasiswa selanjutnya.

Tidak hanya itu, restorasi akan mengenalkan kepada mereka tentang praktek politik(baik politik santun dan atau mafioso), analisa gerakan(membaca gerakan lawan), ketajaman konsep dan kerangka strategi serta tehnis permaianan dilapangan.

Sangat jelas, bahwa ruang yang disediakan sebagai ladang berproses yang berkaitan dengan restorasi. Demi perkembangan mahasiswa, kemajuan kampus dan bekal ilmu ketika nanti kita akan terjun di masyarakat.

Sistem Pemilu Raya

Dikala sudah waktunya pergantian Presiden Mahasiswa, maka segera agendakan persidangan tertingi, yang biasanya disebut Kongres atau MUSMA(Musyawarah Mahasiswa). Jika terdapat lemabga DPM, maka penyelenggaranya adalah DPM dan bisa disebut persidangan MUBES(Musyawarah Besar). Dengan catatan laporan pertanggung Jawaban BEM kepada lembga DPM.

Logikanya: pertanggung jawaban presiden selama satu periode itu dilaksanakan melalui perwakilan rakyat atau DPR, sebagai lembaga legislatif yang berfungsi menjadi wakil Rakyat dan penyambung lidah rakyat. Sebab tidak mungkin presiden bisa melakukan laporan kepada seluruh rakyat indonesia, akan tetapi perwakilan atau estafet.

Lembaga legislatif jelas sekali menjadi lembaga yang anggotanya adalah pilihan rakyat, sebagai menjadi wakil mereka. Maka dari itu, dengan sistem yang sama pertanggung jawaban BEM disampaikan melalui DPM(dengan tata pemeritahan kampus eksekutif dan legislatif).

Dalam sidang tersebut membahas AD/ART, GBHO, GBHK dan PO, baik milik BEM maupun DPM. Disana juga membahas keselarasan aturan Mulai dari HMJ-BEM, UKM dan DPM.

Dalam sidang juga membahas terkait syarat dan ketentuan umum calon ketua BEM dan DPM. Tidak lupa pula membahas syarat dan ketentuan pelaksana pemilu beserta KPUM(Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa).

Setelah MUBES selesai, DPM membuka pendaftaran calon anggota KPUM. Dan setelah itu dilakukan pemilihan anggota KPUM, 3 suara terbanyak mejadi BPH(ketua, sekretaris dan bendahara) dan sisanya menjadi anggota. Kemudian terbentuk lembaga KPUM.

Selanjutnya mari kita bahas lebih spesifik terkait BEM, agar tidak keluar dari topik. Anggota KPUM menggodok kembali syarat-syarat calon ketua BEM. Guna lebih menyempurnakan syarat-syarat tersebut, dengan catatan hanya bisa menambah persyaratan dan bukan mengahapus item yang telas ditentukan di MUBES.

KPUM juga membuat aturan PEMILU dan tehnis pelaksanaan. Kemudian KPUM membuka pendaftaran calon kandidat ketua BEM, dengan waktu yang telah ditentukan.

seperti contoh: waktunya 2 hari sampai jam sekian. Usai pendaftaran ditutup, calon yang sudah mendaftar diklarifikasi kelengkapan dan kebenaran persyaratannya.

kemudian KPUM membuka waktu kampanye bagi kandidat, waktu yang diberikan sesuai kebutuhan kampanye/ketentuan dari KPUM. Biasanya  tergantung pada kuantitas mahasiswa di kampus, kalau kampusnya besar mungkin butuh waktu satu 2 minggu sampai satu bulan, bagi kuantitas mahasiswa yang sekitar 1000 mungkin cukup 3-7 hari.

Dengan ditutupnya waktu kampanye, KPUM mengadakan agenda debat Kandidat bagi calon Presiden dan Wakil Presiden mahasiswa. Pelaksanaan agenda ini guna lebih memantapkan hati pemilih.

Setelah itu dilakukan hari tenang selama sehari sebelum hari pemilihan. Sembari KPUM melakukan fixasi daftar pemilih mahasiswa sesuai data dari Rektorat. Setelah itu pada hari yang ditentukan, KPUM menyelenggarakan pemilihan pada hari dan waktu yang telah ditentukan.

Contoh: pemilihan dilaksakan pada senin, 5 Mei 2017 pukul 08.00-13.00. setelah waktu pencoblosan ditutup, KPUM istirahat sembari menyiapkan penghitungan suara.

Saat akan dilakukan penghitugan suara, KPUM terlebih dahulu menghitung total pemilih yang hadir dan dicocokkan dengan total surat suara yang ada. Setalah semua aman, maka dilangsungkan agenda penghitungan suara. Suara terbanyak mutlak menjadi pemimpin yang baru.

Fenomena Polititk

Suasana perpolitikan di kampus, akan berkaitan dengan keadaan OMEK(organisai mahasiswa extra kampus). Jika dalam satu kampus terdapat 3 OMEK, maka dapat terjalin salah satu koalisi atau tetap mencalonkan sendiri.

Namun ketika hanya terdapat 2 OMEK dan kedua-duanya sama kuat, maka sauasana politik akan lebih asik dan terasa sekali pertarungan intelektualnya. Baik adu konsep, strategi dan taktik gerakan.

Masing-masing OMEK tidak akan mengeluarkan dua calon. ketika dalam kubu mereka lebih dari satu anggota yang ingin naik ke kursi BEM, maka akan dilakukan konfensi internal untuk menelurkan satu calon.

Jika kedua OMEK kuat sebelah, maka pertarungan dapat terjadi dalam satu kubu dan dapat menimbulkan perpecahan. Untuk itu sangat diharapkan untuk tidak fanatik buta.

Ketika pemiihan usai, maka harus kembali seperti semula tanpa ada perpecahan sedikitpun. sebab ini bertujuan bagi proses pembelajaran  politik, bukan gila jabatan.

OMEK yang memenangkan pesta demokrasi, akan memegang seluruh regulasi kampus. Baik dibidang mahasiswa(untuk rekruitmen dan pengkaderan OMEKnya)) dan kebijkan kampus.

Srategi dan Taktik Gerakan

Dalam pemenangan pesta demokrasi, tidak hanya berbekal kemauan. Namun dituntut untuk memiliki kemampuan cara pemenangan. Untuk itu tidak bisa dilakukan sendirian dan perlu ada tim pemenangan. Dalam tim tersebut ada beberapa elemen dan job masing-masing, diantaranya:

1. Konseptor.
terdiri dari 1-3 orang, yang tugasnya mengonsep strategi peperangan. Dan yang menentukan adanya elemen lain dalam tim pemenangan, seuai kebutuhan.

Juga mengatur strategi; baik untuk memperkuat benteng pertahanan, kekuatan pasukan, pihak yang mendukug, membaca gerakan lawan, dan menyerang lawan tanpa melewati kuatannya atau menang tanpa berperang.

Hal ini bisa kalian gali lebih dalam dengan membaca buku Seni Berperang Sun Tzu/the Art Of Warfare(untuk trik rahasianya perlu diskusi langsung dirumah saya atau ngopi bareng, hehehe).

2. Tehnis lapangan.

Elemen dan tugasnya sesuai ketentuan konseptor, salah satu diantaranya; tim kampanye, mata-mata dalam dan luar, keamanan dan akomodasi. Selebihnya bisa dibentuk sesusai kebutuhan medan perang(kampus).

Kesimpulan

Momentum restorasi kursi BEM selalu menjadi perhatian utama disetiap kampus, sebagai bukti cara berproses dibidang politik dan kekuatan OMEK didalamnya. Politik selalu bergulir dan memilki dua tawaran, antara politisasi atau kerjasama politik.

Politik santun yang wajib dipilih oleh kaum mahasiswa, sebagai cerminan idialisme dan jati diri  seorang intelektual. Fenomena politik akan tetap tercium berdasarkan keberadaan dan dinamika OMEK.

Strategi dan taktik gerakan, sangat dibutuhkan dalam pertarungan pesta demokrasi ini. Lakukan semaksimal mungkin sebagai ruang pembelajaran tanpa ada fanatik buta.

Dia yang terpilih harus amanah dan dilarang membawa kepentingan pribadi. Mampu mengembangkan pemikiran, minat dan bakat serta perubahan peradaban yang lebih baik.

Dan kemajuan kampus selalu diutamakan, sebagai negara intelektualnya. Tidak ada gaji baginya, namun pengalaman dan pengetahuan menjadi daya tawar yang tak terkalahkan oleh finansial. Semangat berproses wahai mahasiswa organisatoris dan salam pergerakan.

Oleh; Yusron Alhaddad
(Mantan Presiden Mahasiswa BEM IAI Al-Qolam Malang 2016/2017)
08 Mei 2017



Peranan Mahasiswa Organisatoris

Sering terdengar terjadinya sebuah perubahan dalam tatanan sosial, pemerintah, dan sebuah locus yang acap kali diprakarsai oleh para mahasiswa organisatoris, sebab mereka adalah pemuda yang slalu mengharapkan, mengusahakan, dan mewujudkan perubahan sesuai dengan fungsi atau peranan mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan/pembaharuan).

 Seperti halnya peranan mahasiswa al-qolam dengan paradigma ulil albab (mahasiswa yang tak pernah melupakan tuhannya dalam situasi dan kondisi apapun dan berbuat amal sholeh) yang salah satunya diwujudkan dengan sebuah perubahan yang dapat dimulai dari lingkungan kampus terlebih dahulu.

Jika kampus hanya mengedepankan existensi mahasiswa akademik maka yang ada hanyalah para mahasiswa yang selalu disibukkan dengan berbagai macam usaha untuk mendapatkan nilai IPK tinggi, yang dilakukan dengan slalu bersarang dibangku kuliahnya dan dibatasi 4 SKS perharinya.

 Maka dengan apa mereka mampu memberikan perubahan? Prosentase perubahan yang akan mereka berikan hanyalah 25 % dan 75 % sisanya akan diwujudkan oleh para mahasiswa organisatoris.

Nilai dasar pergerakan mereka adalah hablum minallah dan hablum minannas dengan tanpa mengharapkan pujian dari pihak manapun kecuali Ridho allah dan lahirnya.

Seseorang agen of change dalam kaca mata mereka dapat bermuara dari sarang warung kopi para mahasiswa yang diisi dengan berbagai diskusi bebas yang mampu memiliki 7 sampai 10 SKS perharinya bahkan lebih, yang dimanfaatkan untuk berdiskusi tanpa batasan ruang formalitas.

Warung kopi mahasiswa memuarakan ribuan inspirasi yang dapat membuat diskusi nyaman hingga berjam-jam.

Namun perlu kita ketahui bahwa mereka sebelumnya masih harus melampaui proses yang begitu panjang dan dililiti oleh berbagai hambatan, tantangan dan rintangan.

Salah satu wujud dari sebuah proses yang mreka tempuh ialah pengalaman dalam berorganisasi, meliputi segala bidang disipilin, stratag organisasi untuk menghadapi segenap problematikanya, kepekaan sosial beserta cara penuntasan hambatannya, dan diskusi disetiap sa’at terdapat waktu senggang dari kesibukan-kesibukannya.

Jadi dalam proses pembelajaran yang mereka lampaui tanpa bersyaratkan latar belakang jurusan perkuliahan masing-masing, apalagi dikala mereka bertemu dengan sahabat-sahabat organisasinya yang berasal dari kampus lain.

Yang dijadikan topik pembicaraannya adalah gerakan-gerakan organisasi kampus dengan berbagai strategi yang telah dicobanya untuk menemukan sebuah strategi jitu untuk membuat perubahan besar dikampusnya, dan itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam penggunaan strategi di kampus masing-masing.

Maka dari itu nantinya para mahasiswa organisatoris setelah dapat melampaui berbagai proses pembelajarannya, mereka akan mampu survive dalam segala sektor upaya-upaya yang akan mereka laksanakan dan mampu menjadi seorang mahasiswa yang multi talent akibat dari kematanga berprosesnya.

Perubahan besar dikampus adalah sebuah bentuk manifestasi dari peranan mahasiswa organisatoris dalam kontruksi perubahan yang akan selalu dikontribusikan sampai datangnya sebuah perubahan untuk perkembangan kampus Al-Qolam Malang.

Berlandaskan nilai-nilai pesantren dalam arah gerakan paradigma ulil albab. Dengan demikian mahasiswa tidak akan lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat kampus pada umumnya dan oleh keluarga mereka pada khususnya.

Sebuah perkembangan kampus Al-Qolam adalah suatu kebanggaan bagi para pendirinya dan ini menjadi prinsip bagi para mahasiswa organisatoris. Semoga setiap perjuangan mereka tak pernah lekang oleh waktu dan mendapatkan ridho dari ilahi robbi, amiiin.

By;
 yusron alhaddad
(CAPRES BEM IAI Al-Qolam 2016-2017)
NB; Tulisan pertama saat nyalon Presiden Mahasiswa

tag; Politik Kampus dan Sistem PEMILU Raya Kampus, Politik Kampus, Sistem Pemilu Raya, Strategi Politik Kampus, PEMIRA Kampus, Mahasiswa organisatoris,.
0 Komentar untuk "Politik Kampus dan Sistem PEMILU Raya Kampus"

Back To Top