Pusat Informasi- terkait Tips, Teknologi, Tutorial, Kesehatan, Fashion, Kuliner, Mahasiswa dan info penting lainnya.

Peperangan Intelektual Jaman Now Terbaru

Peperangan Intelektual Jaman Now
1. Carok  intelektual
2. Kiamat Intelektual

Carok Intelektual

Carok merupakan tradisi bertarung yang disebabkan karena alasan tertentu, yang berhubungan dengan harga diri dengan menggunakan senjata (biasanya celurit). Ini merupakan cara suku Madura dalam mempertahankan harga diri sebagai penyelesaian dari masalah antar manusia dan merupakan jalan terakhir yang di tempuh.

intelektual ialah orang yang menggunakan kecerdasannya untuk mengagas, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai gagasan. Akan tetapi tidak semua mahasiswa bisa di sebut seorang intelektual, seorang intelektual adalah pemikir yang senantiasa berpikir dan mengembangkan (serta) menyumbangkan gagasannya untuk kesejahteraan masyarakat. 

seorang intelektual juga seseorang yang mengenali kebenaran dan juga berani memperjuangkan kebenaran itu, meskipun menghadapi tekanan dan ancaman, terutama sekali kebenaran, kemajuan, dan kebebasan untuk rakyat.

Carok intelektual kita temukan dengan menggaris bawahi poin inti berdasarkan penjelasa di atas, Carok adalah pertarungan antar kedua belah pihak dan senjata tajamnya adalah intelektual dengan pemikiran luasnya beserta kecerdasan yang dapat mengancam orang lain.

Carok intelektual lebih tepatnya adalah adu gagasan atau argumen antar kedua belah pihak, layaknya seperti Debat. Akan tetapi fungsinya lebih besar. Ketika mahasiswa tidak menyukai pemikiran temennya, lakukanlah carok intelektual, dengan adu argumen kedua belah pihak untuk mempertahankan pemikiran masing-masing dan menemukan pemikiran yang lebih unggul serta yang lebih rendah. 

Jika ego yang dikedepankan maka emosional akan menyelimuti, dan tidak diragukan lagi kehadiran permintaan pertarungan fisik. Nah cara ini bisa kita ambil sebagai langkah menghindari pertarungan fisik antar mahasiswa, sebab mahasiswa identik dengan akal bukan okol.

Carok intelektual juga sering digunakan pada konsep debat kandidat dalam Pra PEMILU, baik dikalangan siswa, mahasiswa samapai dengan pemerintahan. Dalam debat isinya adalah pertarungan gagasan atau adu argumen untuk menjatuhkan lawan, dan bertujuan untuk memperlihatkan yang lebih pantas untuk menduduki jabatan yang dicalonnya.

Carok intelektual  berfungsi juga bagi strategi lobiying, contohnya ketika audiensi dengan pihak pemerintahan untuk menyampaikan dan mempertahan aspirasi masyarakat. Maka sangat diperlukan ketajaman ide dan gagasan, bukan ketajaman clurit.

Mengapa lebih memilih di amalkan sedemikian rupa, karna mahasiswa berkewajiban untuk mengedepankan asas Rasional, bukan kekuatan otot tubuh atau fisik sebagai penyelesaian.

Mari mahasiswa madura bersama-sama mengedepankan pola pikir carok intelektual, walaupun akhirnya tetap carok sungguhan ketika memang tiada cara lain atau jalan akhir. Namun usahakan semua selesai dengan cara kepala dingin dan lebih manusiawi.

Debat merupakan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.

Contoh lain debat yang diselenggarakan secara formal adalah debat antar kandidat legislatif dan debat antar calon presiden/wakil presiden yang umum dilakukan menjelang pemilihan umum.

Debat kompetitif adalah debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat sekolah dan universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan ("format") yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan menentang sebuah pernyataan. 

Debat disaksikan oleh satu atau beberapa orang juri yang ditunjuk untuk menentukan pemenang dari sebuah debat. Pemenang dari debat kompetitif adalah tim yang berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat yang lebih baik.

Kiamat Intelektual

Sebelumnya dua kata tersebut terdengar aneh dan menimbulkan tanda tanya bagi segenap kepanitiaan PKD, sebab oleh sebagian panitia yang memiliki mandat mencari pemateri untuk PKD ini dianggap sebagai salah satu materi PKD.

Dengan demikian maka panitia tersebut mengajukan permohonan kepada salah satu dosen yang bernotabane PMII dan ahli dalam filsafat agar berkenan mengisi kiamat intelektual, namun sang dosen tadi menolaknya dan meminta untuk mengisi materi lainya.

Sebab sang dosen tadi merasa bingung, begitu pula dengan panitia yang mengajukan permohonan tadi juga mengalami kebingungan tingkat tinggi, karena kedua belah pihak sama-sama bingung maka panitia kembali pulang untuk menanyakan terlebih dahulu kepada ketua komisariat.

Ketua komisariatnya juga pernah bingung pula sebelumnya, namun dia sudah pernah saya kasih penjelasan tentang hal ini. Maka ketua komisariatpun memberikan penjelasan akan hal ini kepada panitia yang tengah mendapati kebingungan tadi.

Setelah mereka memahami lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, sebab dua kata yang mereka bingungkan tadi maksudnya ialah tidur malam.

Sebetulnya menurut saya pribadi dua kata akan mudah dipahami oleh siapapun saja, namun kesalahannya terletak pada kurang telitinya terhadap singkronisasi antara materi dan waktu.

Sebab waktu yang tertera pada agenda kiamat intelektual adalah jam 21.00 – 04.30 pagi, otomatis jika waktunya sekian maka tidak mungkin hal tersebut dianggap sebagai materi, akan tetapi akan dipahami sebagai jam istirahat atau tidur malam.

Dikarenakan selama satu hari full itu adalah materi dan sangat tidak manusiawi jika sehari semalam materi-materi tanpa henti, dan sudah sewajarnya waktu tersebut dijadikan sebagai istirahat malam.

Sedangkan tujuan menaruh dua kata unik tersebut agar memiliki nilai yang bermakna bagi Pemikiran sahabat-sahabat, dengan mencari dan mengkaji sisi filosofi yang terkandung dalam kata kiamat intelektual.

Kemudian sekarang yang akan menjadi pertanyaan dan pembahasan penting adalah apa filosofi dari kiamat intelektual tersebut? 

Maka disini terdapat penjelasan bahwasanya tidur Ialah istirahat yang menimbulkan implikasi berhentinya berpikir manusia, sebab saat manusia tengah tidur tidak ada hal yang bisa direncanakan dengan akal pikirannya.

Akal akan kehilangan fungsinya sebagai alat pemikir dan semua aktivitas yang dilakukan tubuh manusia tatkala itu bukan atas kendali dirinya sendiri, akan tetapi kontrol gerakan tubuh sesuai dengan rencana allah tanpa melaui proses pilihan gerakan yang diiginkan oleh manusia itu sendiri.
Begitu pula dengan mimpi ketika tidur, tidak akan dapat kita rencanakan mimpi. karna ia  datang dengan sendirinya. 

Baik itu berupa mimpi indah ataupun mimpi buruk, kita hanya bisa mengalami dan menjalani seluruh kegiatan dalam tidur kita tanpa rencana sadar.

Akan tetapi jika kita menginginkan hal baik terjadi dalam perjalan tidur, maka ada beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum tidur, seperti halnya mengambil wudhu’, sholat witir, dan membaca beberapa do’a-do’a sesuai yang telah dianjurkan oleh agama islam itu sendiri.

Dengan harapan tidur kita dapat dilindungi oleh malaikat dan memperoleh mimpi indah atau mimpi yang bermanfaat.

Sekarang apakah yang membuat kata tidur diistilahkan menjadi kiamat intelektual pada PKD PMII kali ini? 

Yakni dengan alasan bahwa analogi kiamat sedikit digambarkan dalam tidur, sebab dikala kiamat terjadi nanti tidak ada 1 hal yang bisa direncanakan oleh diri kita, semua atas kendali yang maha kuasa.

Tidak ada daya dan upaya yang mampu dilakukan ditengah terjadinya kiamat, akan tetapi jika kita menginginkan hal baik terjadi pada diri kita maka salah satu yang dapat diperbuat ialah amaliah yang baik sebelum datang kiamat dengan menuai ketaqwa’an kepada yang maha Esa.

Agar tatkala kiamat nanti kita bisa mendapati hal baik dari allah tanpa siksa’an, sekali lagi hal baik ini bisa diusahakan sebelum kiamat tiba bukan ketika kiamat, sama halnya dengan orang tidur yang mengharapkan aman, nyaman, mimpi indah, dan dan dijaga malaikat dalam tidurnya.

itu hanya dapat kita usahakan sebelum tidur, bukan ketika sedang tidur. dan setelah bangun tidur kita masih bisa kembali melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat direncanakan atas kontol diri kita sendiri atau bisa disebut kehidupan dihari selanjutnya.
Sama pula halnya dengan kiamat yang terdapat kehidupan setelahnya yakni kehidupan baru di akhirat.

Itulah analogi yang dapat saya jelaskan sehingga menjadikan sebuah alasan mengapa saya menaruh istilah tidur malam dengan istilah kiamat intelektual demi indahnya agenda acara dalam PKD PMII IV Komisariat Al-Qolam Malang.

Ada 1 rahasia yang berhubungan dengan tulisan ini, yaitu sebuah waktu yang hening dan dapat dilakukan untuk mengerjakan beberapa hal yang sulit atau pekerjaan yang membutuhkan kinerja extra otak.

Pada waktu itu otak kita sedang fresh dan belum terjamah oleh pikiran-pikiran yang lain, dan waktu istimewa ini terletak pada setelah terbangunnya kita dari tidur malam, baik itu bangun pada 1/3 malam ataupun setelah terbitnya fajar shadiq.

Maka alangkah lebih baik jika dimanfaatkan untuk sebuah pekerjaan yang yang amat membutuhkan kinerja extra otak, bisa juga dipergunakan untuk waktu belajar bagi semua kalangan pelajar tanpa terkecuali.

Pelajaran akan sangat mudah dicerna atau dipahami dan direkam baik oleh otak, Kunci bagi para penghafal al-qur’an ataupun pelajaran-pelajaran yang membutuhkan hafalan banyak dilakukan pada waktu istimewa ini.

Tulisan ini pula saya karang dan dikerjakan pada waktu istimewa ini juga, karena saya banyak mendapatkan saran dari berbagai pihak termasuk orang tua saya sendiri yang menyarankan untuk melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat pada waktu yang istimewa tersebut.

Semoga tulisan yang terinspirasi dari dua kata unik tersebut tetap dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya, amin allahumma amin.

Berawal dari dua kata “Kiamat Intelektual” yang tersirat saat saya membuat rangkaian jadwal acara PKD (Pelatihan Kader Dasar) PMII IV, yang nantinya dua kalimat tersebut saya pergunakan untuk sebuah istilah dalam rangakaian jadwal acara PKD PMII IV.

26 April 2016
@Copyright_Yusron_Alhaddad 
OLEH; YUSRON AL-HADDAD

tag; Peperangan Intelektual Jaman Now, kaum intelektual, mahasiswa berintelektual, apa itu intelektual.

0 Komentar untuk "Peperangan Intelektual Jaman Now Terbaru"

Back To Top