Pusat Informasi- terkait Tips, Teknologi, Tutorial, Kesehatan, Fashion, Kuliner, Mahasiswa dan info penting lainnya.

Kumpulan Karya PMII Rayon Pejuang Ulil Albab Al-Qolam Malang

Masalah: Terpecahkan atau terbengkalai

Pendahuluan

Kemunculan konflik bisa disebabkan oleh adanya problem sosial, namun setiap problem/masalah pasti ada jalan keluarnya. Dan untuk memiliki jalan keluar kita harus melewati pintu yang mana? Ada dua jalan keluar, yaitu: jalan yang keras dan sederhana.

Namun ketika masalah tidak pernah kita carikan jalan keluar, maka masalah akan selalu menghambat kehidupan kita. Apabila masalah selalu kita pecahkan dengan seribu  cara, dalam artian pantang menyerah untuk mendapatkan solusinya. Maka masalah bukan lagi hambatan, namun tantangan menuju perubahan kehidupan.


Problem Solving

Disini kita di tuntut untuk mencari solusi dan akan datang sebuah solusi yang mengawali, apabila pikiran kita tenang serta dapat berpikir jernih. Inilah yang disebut memancing problem solving.

Masalah bisa timbul dimana saja. Masalah tidak sepatutnya di hitung dengan ilmu matematika, yang harus di hitung dengan bilangan Plus (+)/pertambahan. di dalam ilmu matematika tidak hanya ada pertambahan, tapi juga ada pengurangan, pembagian dan perkalian. Akan tetapi perkalian dan pembagian bukan solusi untuk mengatasi masalah. pengurangan bilangan adalah cara yang tepat dalam pemecahan suatu permasalahan.

Ini menunjukkan bahwa masalah dilarang ditumpuk, atau tidak pernah dipecahkan.  Jika hari ini kita tidak memecahkan 1 masalah, maka besok akan ada satu masalah lagi dan masalah sudah ada 2.

Disaat kita tidak pernah memecahkan masalah dalam 30 hari, yang terjadi adalah kita meliki 30 masalah. Ini dapat membahayakan kondisi pikiran kita, dikala kita  tidak mampu mengatasinya, bisa jadi pikiran kita stres. Solusi terbaik yakni: setiap masalah wajib langsung dipecahkan pada hari itu pula dan dilarang menundanya.

Jalan Lain atau Cara Berbeda

Dengan ANDIR (analisis diri) dan ANSOS (analisis sosial) bisa kita jadikan pedang untuk menebas suatu permasalahan, dimanapun masalah itu timbul. Dengan memahami diri sendiri dan kondisi sosial di sekitarnya, kita dapat mengantisipasi masalah yang akan muncul serta cara mengeksekusinya.

Terkadang konflik yang terjadi bukan datang dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Masalah Bagaikan racun yang menghancurkan organ tubuh kita, sudah menjadi hukum alam bahwa yang namanya masalah itu berdampak buruk atau membahayakan.

Ketika masalah bertempat pada diri kita, maka kita yang membuangnya sendiri dengan mudah. Dalam hal ini kita harus optimis untuk menyelesaikannya, kita bisa menyelesaikan dengan cara sendiri atau minta solusi pada orang yang berpengalaman.

Merasa salah apabila berada dalam sebuah masalah, jangan merasa benar dalam sebuah permasalahan. apabila selalu merasa benar dalam permasalahan, secara otomatis akan membesarkan permasalahan.

Penutup

Suatu pergerakan untuk perubahan tidaklah semulus pahanya luna Maya, apabila ada permasalahan yang menghambat.

Buanglah suatu masalah untuk pergerakan yang mulus menuju perubahan yang baik. Atau jadikan masalah sebagai jalan yang rusak dan menjadikannya tantangan, untuk menuntut kita berjuang dalam perubahan yang utuh dan kokoh kedepannya.

Cari problem solving dalam setiap timbulnya masalah, satu masalah harus terselesaikan hari itu juga. Lakukan ANDIR dan ANSOS sebagai langkah untuk mengantisipasi datangnya masalah dan kita juga akan dapat memahami cara menyelesaikannya.

Semua bisa diselesaikan oleh diri sendiri, sebab kita yang mengalaminya. Optimis dan selalu berusaha, sisanya kita pasrahkan kepada allah.

Oleh: Hasib
Editor: Yusron Alhaddad
Jum'at, 24 Maret 2017

Dakwah Kader: Manusia yang Bernilai dan Bermartabat

Manusia adalah makhluk yang berakal, Sebagai manusia ia bisa juga khilaf dan juga mati meninggalkan nama. pada dasarnya orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih dikenang. Manusia mengikhtiarkan, dan tuhan yang mentakdirkan.

Manusia harus berkerja keras untuk mencapai tujuannya, berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir tuhan. Manusia hanya bisa ikhtiar, berusaha dan berdo'a untuk mencapai tujuannya.

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, manusia yang berakal itu jauh pandangannya untuk mencapai tujuannya agar menjadi lebih baik. beda halnya dengan manusia yang bodoh, hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang maka tidak akan menghendaki apa-apa lagi.

Maka dari itu berfokuslah pada kelebihan diri agar mendatangkan sebuah kemajuan. Bila orang lain hanya memandang kelemahan dan kekurangan kita, jangan ambil pusing karena sebenarnya orang itu tidak tau apa-apa tentang kita. Ingat bahwasannya kitalah yang pantas atau berhak menentukan persepsi diri kita sendiri bukan orang lain.

Setiap orang atau individu memiliki bakat masing-masing. terkadang kita bisa melakukan hal yang mudah, sedangkan orang lain justru merasa kesulitan. Kita juga sering kagum melihat orang lain mampu melakukan sesuatu yang sulit kita lakukan.

Disini ada 4 golongan manusia, kira kira kita masuk ke tipe yang mana? Hanya kalianlah yang tau, yaitu:

1.Manusia yang tidak mempunyai lisan dan hati, senang berbuat maksiat dan menipu serta dungu. Berhati-hatilah terhadap mereka dan jangan berkumpul dengannya, karena mereka adalah orang-orang yang mendapat siksa.

2.Manusia yang mempunyai lisan, tapi tidak mempunyai hati. Ia suka membicarakan tentang hikmah atau ilmu, tapi tidak mau mengamalkannya. Ia mengajak manusia ke jalan Allah Swt. tapi ia sendiri justru lari dari-Nya. Jauhi mereka, agar kalian tidak terpengaruh dengan kemanisan ucapannya. sehingga kalian terhindar dari panasnya kemaksiatan yang telah dilakukannya dan tidak akan terbunuh oleh kebusukan hatinya.

3.Manusia yang mempunyai hati, tapi tidak mempunyai ucapan(tidak pandai berkata-kata). Mereka adalah orang-orang yang beriman yang sengaja ditutupi oleh Allah SWt, dari makhluk-Nya. diperlihatkan kekurangannya, disinari hatinya, diberitahukan kepadanya akan bahaya berkumpul dengan sesama manusia dan kehinaan ucapan mereka. Mereka adalah golongan waliyullah (kekasih Allah) yang dipelihara dalam tirai Ilahi-Nya dan memiliki segala kebaikan. Maka berkumpullah dengan dia dan layanilah kebutuhannya, niscaya kamu juga akan dicintai oleh Allah Swt.

4.Manusia yang belajar, mengajar dan mengamalkan ilmunya. Mereka mengetahui Allah dan ayat-ayat-Nya. Allah SWt, memberikan ilmu-ilmu asing kepadanya dan melapangkan dadanya agar mudah dalam menerima ilmu. Maka takutlah untuk berbuat salah kepadanya, menjauhi serta meninggalkan segala nasihatnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar bisa menemukan potensi diri kita sebenarnya? Berikut dua hal yang bisa kita lakukan;
1•Menemukan bakat dan talenta.
2•Mengasahnya dan mempersembahkan kepada sesama.

Tidak ada manfaatnya talenta yang kita miliki sehebat apapun, jika tidak mengetahuinya. demikian juga jika kita tahu kelebihan kita, namun tidak mau serius untuk mengembangkannya. itupun juga kurang bermanfaat.

Yang ideal, kita tahu bakat dan talenta kita. kemudian dengan sabar mengasah dan melatih diri, agar semua potensi tergali. setelah itu, persembahkan talenta tersebut untuk kehidupan kita.

Jadilah manusia yang meliki tipe nomer 3 dan 4, dengan jalan ikhtiar dan taqorrub illalloh. Manusia tersebut yang patut menjadi pemenang fastabiqul khoirot. Gali bakat dan kembangkan talenta yang kita miliki, dan menjadikannya untuk salah satu perjalanan hidup yang lebih bermakna. Semoga bermanfaat, amin.

Oleh: Fathul Mu'in
(kader Rayon "Pejuang" Ulil Albab)
Editor: Yusron Alhaddad
8 Mei 2017

 Manajemen Perubahan

Perubahan adalah suatu proses, dimana kita bisa menjadi lebih baik atau buruk. Dari perubahan tersebut, tercatat sejarah hidup kita yang berfariasi dari waktu ke waktu. perubahan itu pasti ada, dengan seiring berjalannya waktu.

Kita harus menuntut perubahan pada diri kita, agar dapat lebih baik lagi, sebab segala sesuatu itu berawal dari kita sendiri. Dengan merubah dari diri sendiri, maka kita juga bisa untuk merubah dunia. Sebab diri kita dapat mendorong perubahan, bukan malah sebaliknya.

Namun ketika perubahan zaman mendorong kita agar tergerus olehnya, maka kita akan terjerumus ke dalam lembah keterpurukan dan kerugian. Jelas, ketika kita tidak dapat menyikapi perubahan zaman, kita tak lagi berdaulat pada kondisi  kehidupan sendiri. Ini terjadi akibat zaman modernisasi, yang seakan-akan kita di tuntut untuk mengikuti perubahannya.

Ada beberapa resep agar kita dapat menggapai perubahan yang indah, yaitu:

Lihat ke Depan

Memikirkan masa lalu, seperti halnya berkendaraan di jalan, dengan pandangan mata yang hanya tertuju pada kaca spion. Melihatnya sekilas agar kita tahu apa yang ada dibelakang kita, tapi kita harus melihat ke depan. Jika hanya menengok pada kaca sepion, maka kita akan menabrak sesuatu yang ada di depan.

Hal yang sama berlaku sewaktu menghadapi perubahan. dapat diartikan bahwa kita harus mepunyai tujuan hidup atau rencana bagi masa depan dan megoreksi masa lalu  yang kurang baik, demi memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Pikirkan Hal Positif 

Seorang gadis yang bernama Laura, pernah berkata ”Yang terpenting kita tidak mudah menyerah, carilah hal baik dari situasimu.” Apakah kita bisa, setidaknya melihat satu hal baik dari keadaan kita yang baru?

Filosofi Pohon

jadilah seperti pohon, yang lentur dan dapat bertahan walau diterpa badai. Dapat kita ambil pelajaran dari filosofi pohon tersebut, kita harus lentur saat perubahan zaman menerpa hidup kita. Kita akan terlihat seperti mengikuti arah perubahan zaman, akan tetapi kita tetap kokoh pada prinsip hidup yang benar dan berkembang baik.

Mungkin sedikit resep ini dapat menjadi salah satu cara, agar kita memiliki perubahan ke arah yang lebih baik. tidak goyah ketika dihadapkan dengan perubahan zaman yang merugikan dan pantang menyerah ketika harapannya belum tercapai.

Semoga kita bisa menjadi insan yang baik, serta bertaqwa kepada allah dalam situasi dan kondisi apapun. Amiiin.

Oleh; Hasib ( kader PMII Rayon “Pejuang” Ulil Albab)
Editor; Yusron Alhaddad
28 Februari 2017

tag: Kumpulan Karya PMII Rayon Pejuang Ulil Albab Al-Qolam Malang, Kumpulan Karya PMII, PB PMII, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, PMII Se-Nusantara

0 Komentar untuk "Kumpulan Karya PMII Rayon Pejuang Ulil Albab Al-Qolam Malang"

Back To Top