Pusat Informasi- terkait Tips, Teknologi, Tutorial, Kesehatan, Fashion, Kuliner, Mahasiswa dan info penting lainnya.

Kumpulan Artikel PMII GARIS KIRI Terbaru

Otokritik:
1. pengasingan kader
2. PMII Akan Menfosil


PMII Kaderisasi: Pengasingan Kader

Pendahuluan

Kaderisasi bahasannya tidak jauh dari lingkup kader, sebab itu adalah inti dalam pengkaderan diranah kaderisasi PMII. Jika bukan maka perlu dipertanyakan tindak tanduk kinerjanya. Terkadang memang benar bahwa kaderisasi adalah gudangnya Otokritik, namun jangan dipandang remeh, sebab ini dapat menjadi peluang dalam bahan evaluasi.

Tepat sekali jika wahana otokritik menyelimutinya, jangan marah dan ambil sisi positifnya. Dengan terwujudnya otokritik, maka tugas kaderisasi semakin ringan dengan tanpa harus melakukan survei yang susah payah. Namun nanti ketika evaluasi di agendakan, maka perlu melakukan analisis terlebih dulu, agar dapat mengklasifikasi antara problem yang harus diselesaikan dan yang harus tidak dihiraukan.

Dengan mengadakan analisis pada evaluasi, akan memunculkan tugas kaderisasi yang belum tersentuh atau masih kurang sempurna. Salah satu yang akan muncul dan perlu dikaji lebih lanjut dalam tulisan ini yaitu pengasingan kader.

Halo Pak Kaderisasi

Dalam tubuh kepengurusan PMII, baik dari Rayon sampai PB tidak lepas dari organ departemen kaderisasi. Akan tetapi kinerjanya sangat berat. Maka dari itu bagi lembaga PMII sangat membutuhkan screening pada pengangkatan jabatan, agar pengurus kaderisasi diamanahkan pada kader yang tepat.

Selain mengurus Pengkaderan Formal dan informal, pihak kaderisasi juga penting untuk menekuni kaderisasi non formalnya. Pengkaderan formal dan informal sudah tercover dalam forum bersama dan ditangani dengan mudah, sebab selalu terbingkai dalam wadah yang teragendakan dan diketahui bersama oleh warga Pergerakan.

Akan tetapi jangan dilupakan terkait pengkaderan non formalnya, sebab ini adalah alternatif untuk mengetahui kondisi kader dalam perorangan. Kaderisasi bisa mencari beberapa hal yang berkaitan dengan masalah pada masing-masing kader, setelah itu baru membuat konsep yang akan diimplementasikan serentak.

Kader dalam lingkup  sosial

Berorganisasi di PMII juga ada regulasi sosial, karna dalam wadah ini banyak manusia yang andil didalam keanggotaannya. Tidak salah lagi jika unsur sosial terjadi dan turut mewarnai dinamikanya.

Beberapa dinamika terkadang dirasa menguntungkan bagi kader, dan bisa jadi berdampak pada faktor menghilangnya semangat mereka dalam berorganisasi. Mungkin ini yang disebut problematika sosial keorganisasian. Bahaya yang dapat terjadi yakni ketidak nyamanan seorang kader dalam lingkungan sosial organisasinya.

Ketidak nyamanan tersebut dapat berbuah pahit bagi individual kader maupun organisasi. Salah satu contoh yang dapat dibahas adalah pengasingan kader atau ia yang mengasingkan dirinya sendiri, bisa juga merasa terasingkan. 

Pengasingan Kader

Topik ini adalah pembahasan utama pada tulisan kali ini, bagaimana tentang adanya gejolak dinamika negatif seperti pengasingan kader. Perlu diantisipasi atau menunggu sudah terjadi? Tergantung manajemen kaderisasi di masing-masing sektor PMII.

Terjadinya pengasingan kader, mungkin bermuara dari anggapan sebagian besar anggota organisasi atau oleh BPH kepengurusannya. Jika betul demikian, maka perlu dikaji lebih lanjut oleh pihak kaderisasi. Kaderisasi harus memiliki kebijkan.

Yang menjadi bahan kajiannya adalah latar belakang masalah, munculnya masalah, perlu atau tidaknya pengasingan dan dampak dari kebijkan yang akan diambil. Pada intinya jangan sampai ada yang diragukan. Jika memang itu terjadi akibat masalah pribadi kader terhadap yang diasingkan, maka dipandang perlu adanya mediasi bersama pihak-pihak terkait agar tidak berdampak pada organisasi.

Namun perlu diketahui bahwa PMII bukan organisasi perseorangan, akan tetapi PMII adalah milik bersama anggota dan kader PMII. Jika permasalahan berasal dari kader yang diasingkan itu sendiri, klasifikasi masalah dan dampaknya terlebih dahulu.

Ketika kader tersebut memang membahayakan organisasi, maka perlu ditindak lanjuti. Pengasingan kader bukanlah solusi utama, lebih baik dekati dia dan rubah pola pikirnya menjadi komitmen dan lebih bertanggung jawab terhadap keberlangsungan organisasi. Itulah salah satu fungsi dari konsep pengkaderan stack holder atau cakar ayam. 
Mengasingkan Diri Sendiri atau Sekedar Merasa Terasingkan

Terkadang tidak ada oknum yang mengasingkannya, namun ia mengasingkan diri sendiri. Nah, ini perlu dicari terkait kelakuannya. Apakah ia pantas atau tidak untuk mengasingkan dirinya.

Mungkin ia mengasingkan diri akibat tidak cocok dengan lingkungan sosial atau cara berproses sahabat-sahabatnya. Kalau dari ajaran PMII insyaallah tidak mungkin. Ketika ini memang benar-benar terjadi, sektor terkait wajib melakukan perbaikan demi kemajuan bersama untuk PMII nan suci.

Disaat kader mengalami hal yang berbeda, seperti merasa terasingkan? Maka dari itu jangan pernah memendamnya. Kader tersebut perlu mengkonsultasikan keadaan itu pada kaderisasi agar bisa diselesaikan. Jangan menjauh tanpa menyelesaikan masalah, sebab akan terjadi miss comunication pada pengurus kaderisasi dan lainnya.

Konsep Pengkaderan yang Tepat

Untuk solusi terletak pada konsep pengkaderan, sebab pengkaderan menentukan arah dan karakter  dari kader. Seperti yang sudah disinggung diatas yakni tentang sistem kaderisasi stack holder atau cakar ayam.

Konsep tersebut pilihan yang tepat, baik untuk mengantisipasi masalah pengasingan kader atau mengentasnya walau sudah terjadi. Dengan konsep ini bisa aktual, jelas ini sangat berpengaruh akibat pendekatan.

Konsep kaderisasi ini menitik beratkan pada pendekatan terhadap kader, namun tidak mungkin ketua PMII terkait bisa melaksanakannya sendiri. Untuk itu kaderisasi membagi tugas, seperti contoh satu pengurus memegang 3 kader. Ini dilaksanakan guna mendekati kader yang telah ditunjukkan di hasil musyawaroh.

Bukannya tidak mungkin, kalau dekat kader dapat mengetahui sehari-harinya dan keadaan. Namun ini menjadi gerakan silent kepengurusan. Dengan demikian pengurus bisa mengantisipasi dan memecahkan masalah yang terjadi  pada kader. 

Penutup

Kader perlu mendapatkan perhatian penuh dari pengurus PMII terkait, kader yang terawat akan membantu jalannya roda organisasi dan kader yang tak terawat dapat menjadi hambatan atau tantangan bagi regulasi pengkaderan. Cara bersosial perlu dibungkus lebih baik dan nyaman oleh pengurus, agar kader tetap bertahan dalam wadah terbaik yakni PMII. Dan jangan lupa untuk memberikan Konsep kaderisasi stack holder atau cakar ayam, agar perawatan dan perhatian terhadap kader lebih mudah diamalkan. Singkirkan masalah pribadi dan kedepankan asas rasional demi cita-cita luhur PMII. 

Oleh: Yusron Alhaddad
27 Maret 2017

PMII Akan Menfosil

Berdasarkan analisa yang dipaparkan dalam buku “Hitam Putih PMII,” fenomena kemunduran Kader sedang terjadi di PMII. Mulai dari isu money politik para petinggi PMII, maupun keterlibatan kader-kader PMII dalam politik praktis dalam berbagai pesta demokrasi, serta ‘kemandekan’ atau hilangnya kebiasaan dalam diskursus atau kajian keilmuan di PMII.

Keadaan demikian sangat mencemaskan bagi kelanjutan PMII, bagaimana PMII akan di pertaruhkan almamaternya dalam persaingan global keorganisasian. Tidak hanya itu, akan tetapi kepercayaan publik juga akan melemah dengan tidak adanya aksi-aksi para kader. Memudarnya tardisi gila wacana sudah mewabahi para kader PMII, sehingga membuat mereka lemah akan isu di sektor pemerintah dan akan menumpulkan Pergerakan.

Sudah selayaknya kader di Rayon sampai komisariat tidak ikut andil terkait persoalan politik. Rayon harus tetap fokus dengan kajian keilmuan. Kajian ini meliputi kegiatan membaca, mendiskusikan apa yang telah dibacanya dan menulis hasil dari yang mereka diskusikan. Inilah Ruh Rayon PMII yang sesungguhnya dan wajib dipertahankan hingga akhir masa.

Komisariat menjadi garis koordinatif bagi seluruh Rayon yang dinaunginya, juga harus melakukan kajian dan analisis wacana kampus, isu rektorat sebagai makanan pokok, melakukan audiensi-aksi terkait permasalahan yang harus di advokasi. 

Jika komisariat sudah mampu mensejahterakan kaum mahasiswa di kampusnya dan melakukan kontrol terhadap Rektorat serta mampu menaklukkan kebijakan yang tidak Pro kepada mahasiswa, maka terbuktilah kekuatan pergerakan dilini kampus dan akan di segani oleh seluruh masyarakat kampus.

Cabang juga jangan terlalu menyelam dalam memahami dan bermitra dengan politik yang tengah berpesta demokrasi, dengan membantu salah satu pasangan calon belum tentu akan di bantu oleh mereka yang nantinya akan terpilih. Namun pola gerakan yang menjadi langkah strategis dalam mengakomodir aspirasi rakyat, tidak salah lagi jika cabang PMII di takuti oleh pemerintah kabupaten/kota. 

Setiap pemerintah yang akan membuat kebijkan pasti selalu mempertimbangkannya terlebih dahulu, tentang dampaknya dan yang terbesit di benak mereka adalah “kebijakan saya akan di tentang dan di demo apa tidak ya oleh PMII?” ini dapat terjadi jika PMII selalu berani menyatakan dan melontarkan argumen terkait aspirasi rakyat.

PMII dengan kaderisasinya sebenarnya terbaik, mulai dari kaderisasi formal (MAPABA, PKD, PKL dan PKN), kaderisasi informal (diskusi rutinan dan sekolah advokasi dll), kaderisasi non formal (pendampingan kader dan diskusi akrab saat santai/non formal). Dengan kaderisasi yang unggul PMII tidak mungkin terkalahkan dan tergerus oleh zaman.

Namun terkadang yang membuat mereka berbelok arah dari tujuan utama adalah beberapa oknum, baik dari dalam PMII atau orang terdekatnya yang pragmatis. Mengalih fungsikan kader PMII dengan masalah yang tidak seharusnya diselesaikannya. 

Kepentingan-kepentingan luar organisasi mulai masuk dalam lumbung pergerakan, maka tidak lama kemudian PMII menjadi organisasi yang pragmatis, terjerat politik praktis dan bukan lagi organ taktis pengkaderan.

 Menyoal semua yang tidak ada hubungannya dengan kader;  para petinggi PMII tidak lagi tegas dan lemah dalam mengambil sikap serta solusi pemulihannya, hal yang sama di alami oleh kader PMII Se-Nusantara dan semua permasalahan di atas tidak pernah terselesaikan.

 maka tidak diragukan lagi bahwa 10 tahun lagi PMII akan menfosil dan akan segera masuk museum arsip nasional dan hilang dari peredaran sejarah keindonesiaan dan dunia. Hal inilah yang telah diprediksikan dalam buku “Hitam Putih PMII” sebagai otokritik yang transformatif.

Oleh; Yusron alhaddad
30 Januari 2017

Sumber; 
Amrullah Ali moebin. Hitam Putih PMII. Cet 3. Penerbit GENesis. 2014 hlm 51-52.

tag; Kumpulan Artikel PMII GARIS KIRI Terbaru, PMII kiri, PMII Liberal, PMII kader NKRI, Indonesia butuh PMII, PMII Se-Indonesia, PB PMII.


0 Komentar untuk "Kumpulan Artikel PMII GARIS KIRI Terbaru"

Back To Top