Pusat Informasi- terkait Tips, Teknologi, Tutorial, Kesehatan, Fashion, Kuliner, Mahasiswa dan info penting lainnya.

Dakwatuna Intelektual Terbaru 2018

Dakwatuna Intelektual Terbaru- sedikit belajar terkait sejarah hindu yang di kolaborasikan dengan ajaran islam indonesi.


Pengamalan Rukun Islam Oleh Lakon Mahabarata

Dahulu kala, sebuah pertunjukan yang tengah berkembang di masyarakat hindu-budha adalah Pewayangan, konon katanya pertunjukan Pewayangan ini menjadi tontonan yang sangat disukai oleh nenek moyang kita, cerita yang dimainkan dalam pewayangan ini berasal dari india dengan versi hindu.

Sunan kali jogo menggunakan wayang sebagai salah satu cara berdakwah, sebab wayang memilki peranan penting dikala itu, dengan tujuan dakwahnya bisa diterima dengan baik.
Wayang yang dimainkan oleh sunan kali jogo tidak sesuai aslinya, akan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan doktrin agama islam dengan tanpa merubah nama lakon dari pertunjukan wayang tersebut, dan karakter dari lakon tersebut mencerminkan karakter-karakter yang harus dimilki oleh umat muslim seutuhnya.

Salah satu permainan wayang dari kanjeng sunan kali jogo ialah kalimosodho, yang memiliki makna kalimat syahadatain, sedangkan lakon yang di sajikan ialah semar, gareng, petruk, bagong dan para pandowo limo.

 Namun yang igin saya bahas secara mendalam ialah lakon pandawa, sesuai dengan topik yang dibahas kali ini, para lakon dari pandawa alias pandowo limo ini adalah Yudistira, Bima, Arjuna, sikembar Nakula dan Sadewa.

Karakter dari masing-masing lakon tersebut disesuaikan dengan kebutuhan doktrin agama islam, berikut penjelasan tentang karakter dari lakon pandowo limo tersebut:

Lakon Yang pertama ialah Yudistira;

Nama lain yudistira adalah darmakusuma, ia salah seorang putra pertama dari Raja pandu, yaitu salah satu raja dari Hastinapura dalam sebuah cerita Mahabharata.

Penampilannya memakai Mahkota, sama dengan penampilan putra raja seperti biasanya, namun terdapat Jimat sakti di atas mahkotanya, yakni secarik kertas yang menjadi jimat kesaktiannya. Sehingga tidak dapat dikalahkan oleh siapapun.

Jimat Yudistira ini disebut kalimosodo, yang bertuliskan kalimat syahadatain. Barang siapa yang sudah membacakan kalimat syahadatain harus memiliki keyakinan yang mendalam agar menimbulkan kekuatan jiwa yang mampu merobohkan sifat angkara murka.

Jimat menjadi salah satu benda yang banyak dicari dan diminati oleh masyakat dahulu kala, sebab mereka masih mempercayai adanya paham dinamisme.

Dinamisme memilki pemahaman tentang kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia, dan merupakan salah satu benda yang utama serta mereka yakini kekuatan yang bersumber darinya.

Sangat tepat sekali kanjeng sunan kali jogo menempatkan kalimat syahadatain pada isi jimat tersebut dan akan menumbuhkan keyakinan yang besar terhadap kalimat tersebut.

Dalam pemahaman islam syahadatain merupakan Rukun Islam yang pertama serta menjadi syarat pertama untuk memeluk agama Islam, dengan mengucapkannya maka seseorangtersebut akan menjadi umat muslim dan menyandang status muallaf (orang yang baru memeluk agama Islam).

Lakon Yang ke dua ialah Bima:

Nama lain Bima adalah werkuduro, ia memiliki ciri-ciri fisik tinggi besar seperti Raksasa, dan ia selalu menggunakan gelang supit urang.

Ia memiliki wajah nampak garang akan tetapi selalu menundukkan kepala seperti saat orang melaksanakan shalat, dikala ia melakukan sesuatu tidak boleh ada yang mengganggunya, sampai apa yang ia kerjakan selesai, seperti orang yang sedang melaksanakan ibadah shalat, dilarang ada yang mengganggunya. Kesaktiannya berada dilengannya yaitu aji pancanaka, yang memiliki makna lima kekuatan dan selalu di pegangnya dengan kuat.

Ini menjadi sebuah symbol, bila mana shalat lima waktu (subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’) dilaksanakan dengan baik, penuh keyakinan dan ketekunan yang mendalam, akan memilki kekuatan besar yang mampu mengalahkan segala tantangan yang hadir di hadapannya, baik secara badaniah maupun rohaniah. Makna yang terkandung dari lakon kedua ini adalah Rukun Islam yang kedua, yakni shalat.

Lakon yang ke tiga ialah Arjuna:

Ia memliki banyak nama diantaranya janaka dan permadi. Ia lebih dikenal suka bertapa, berjiwa teguh dan berwajah tampan. Bertapa merupakan nilai tirakat yang diyakini oleh umat muslim indonesia sejak dahulu hingga sekarang.

Bertapa, menggambarkan seseorang yang rajin berpuasa, manfaatnya ialah bagi yang mengamalkannya akan memiliki jiwa yang kuat dan tenang dalam menghadapi segala tantangan serta cobaan.

Hal ini sejalan dengan Rukun Islam yang ke empat yaitu Puasa Ramadhan, pada bulan ramadhan umat islam wajib menunaikan ibadah puasa satu bulan penuh. Puasa dalam agama islam ada tiga hukum;

1. Wajib, yakni pada bulan Ramadhan dan puasa karna nadzar.
2.  Sunnah, yakni pada hari-hari biasa serta terdapat tiga juga;

a. Puasa nabi muhammad, yakni pada hari senin dan kamis.
b. Puasa dawud, yakni dengan cara sehari puasa dan sehari tidak, demikian seterusnya sampai satu tahun atau lebih, kecuali pada bulan Ramadhan dan pada hari-hari yang diharamkan berpuasa.
c. Puasa selama 1 tahun atau lebih dengan berpuasa setiap hari, kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa.

3. Makruh, yaitu dimana hari yang menjadi keragu-raguan. Seperti contoh hari yang diragukan antara sudah masuknya puasa Ramadhan atau belum, dan hari dimana menjadi keraguan antara sudah masuknya hari raya idhul fitri atau belum. Hukum ini berlaku bila orang tersebut meragukannya.

4. Haram, yaitu pada hari pertama idhul fitri, idhul adha, dan yaumut tasyriq (tiga hari setelah hari pertama idhul adha).

Lakon yang ke empat dan ke lima yakni Sikembar Nakula dan Sadewa:

Mereka adalah kesatria pandawa yang sangat giat dan rajin bekerja. Selain itu penampilannya perlente, rapi, berpakaian bagus dan bersifat dermawan. Ini menggambarkan seseorang yang mengeluarkan zakat dan pergi haji.

Mereka yang mengeluarkan zakat dan pergi haji adalah orang-orang yang mampu dan kaya baik hartanya maupun jiwa batiniahnya. Hal ini mengajarkan Rukun Islam yang ke tiga dan Ke lima, adapun zakat ketentuannya banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih, sedangkan haji di wajibkan bagi yang mampu.

Jika disatukan dari seluruh kekuatan Pandawa atau pandowo limo, maka akan berbuah menjadi 5 Rukun Islam. dengan memakai jimat seperti Yudistira, maka mereka telah menjadi orang muslim.
Dengan memakai kekuatan aji pancanaka seperti Bima, maka mereka akan menunaikan shalat lima waktu. Dengan menjadi petapa seperti Arjuna, maka akan melaksakan ibadah puasa.

Dengan menjadi nakula dan sadewa maka akan menunaikan zakat serta pergi haji, dengan semua sosok inilah masyarakat akan melakukan Rukun Islam dan terkandung dalam sebuah pertunjukan wayang serta seakan-akan Rukun Islam telah diamalkan oleh Pandawa.

Inilah cara Kanjeng Sunan Kali Jogo menyampaikan dakwahnya melalui wayang, agar mereka tanpa sadar memeluk agama islam dengan perlahan, aman, nyaman dan tentram.
Oleh; Yusron alhaddad
27 Desember 2016

Sumber:
Ahmadbinhusinalasfahanisyahirbiabisyuja’,fathul qoribul mujib,penerbit Mahkota surabaya, hlm 24.


Artikel dakwah Jaman Now Lanjutan:

Solusi Terbaik Penggunaan Smartphone

Smartphone adalah handphone canggih masa kini, dengan Versi android ia bisa memasukkan lebih banyak aplikasi. Aplikasi yang dimuatnya tergantung RAM yang dimilkinya, maka dengan demikian kita bisa menggunakan berbagai fitur aplikasi yang dikehendaki. Terkadang smartphone lebih dikenal dengan Gadget atau android.

Smartphone juga berhasil menumbangkan pasaran blackberry, sebab pada blackberry hanya ada satu aplikasi komunikasi unggulan, yaitu aplikasi Blackberry Mesenger atau yang lebih di kenal dengan istilah BBM. Tak lama kemudian pasarannya menurun serta penggunanya berkurang akibat munculnya Smartphone, hal ini disebabkan oleh kelebihan versi androidnya yang juga sama-sama memilki aplikasi BBM.

Akan tetapi juga aplikasi komunikasi lainnya, seperti line, facebook seluler, mesenger/inbox facebook, WA/WhatsApp, imo dan telegram. Tidak hanya aplikasi komunikasi, selain itu juga terdapat beberapa aplikasi berita, Al-Qur’an, kamera jahat, google  crome, SHAREit (aplikasi sperti bloetoot, namun lebih cepat proses pengirimannya, Play Store (untuk mengunduh segudang aplikasi), blog dan masih banyak lagi lainnya.

Dengan keunggulan berbagai aplikasi komunikasi, islami, edukasi, informasi dan aplikasi negative Smartphone diminati banyak orang. jika menginginkan Smartphone bernuansakan berkah dan orang tua tidak khawatir kepada anaknya akan terjerumus pada kebatilan, maka yang perlu kita atur adalah penggunaannya.

Penggunaan Hp android/Smartphone yang baik adalah:

1. Tidak membuka/browsing konten negatif seperti contoh film porno atau foto-foto orang telanjang(bugil). 

2. Mengunduh aplikasi bermanfaat seperti aplikasi komunikasi, contohnya WhatsApp. Islami contohnya Al-Qur’an for Android, lagu islami atau suara tilawatil Qur’an assudes dan lain sebagainya. Edukasi seperti download materi-materi kuliah, google play buku, aplikasi khutbah atau pidato, aplikasi kitab kuning dan lain sebagainya. Informasi seperti aplikasi berita BABE (baca berita), News, detik.com, Times Indonesia dan lain sebagainya.

Dengan beberapa penggunaan android positif tersebut, maka kita bisa memiliki dan menggunakan Smartphone dengan baik dan bernuansa berkah. Dan para orang tua tidak perlu lagi khawatir kepada anaknya, dengan catatan 1 minggu 1 kali mengontrol/memeriksa smartphone anaknya, apakah smartphone tetap berisi hal positif atau negative?

Dan bagi kaum dewasa atau tua, android dapat digunakan sebagai bahan kebutuhannya, abik untuk mengajar, mencari penghasilan di google adsense atau jual beli online dan lain-lain.

Namun pemegang utama smartphone-lah yang paling berperan atas penggunaanya, sedangkan bagi anak-anak, orang tua berperan untuk meninjaunya. Jika dipandang masih mengkhawatirkan,  maka jangan diperbolehkan terlebih dahulu. Dan semuanya tetap berdasarkan penggunaan oleh pemilik smartphone.

Oleh; Yusron Alhaddad
29 Januari 2017

tag; dakwah terbaru 2018, dakwah intelektual, sejarah lakon hindu yang di islamisasi. dkawah jaman now.
0 Komentar untuk "Dakwatuna Intelektual Terbaru 2018"

Back To Top